Secara geografis, wilayah Kabupaten Bintan terletak antara antara 0° 06’17” - 1° 34’52” Lintang Utara dan 104°12’47” Bujur Timur di sebelah Barat - 108° 02’27” Bujur Timur di sebelah Timur. Di sebelah utara, wilayah ini berbatasan dengan Kabupaten Natuna, Anambas dan Malaysia, sedangkan di bagian selatannya berbatasan dengan Kabupaten Lingga. Di bagian Barat, wilayah ini berbatasan dengan Kota Batam dan Kota Tanjung Pinang serta di bagian Timur berbatasan dengan Propinsi Kalimantan Barat.

Berdasarkan PP 47 Tahun 2007 dimana wilayah FTZ bersifat enclave maka Gubernur selaku ketua Dewan Kawasan Batam/Bintan /Karimun menunjuk Bupati/Walikota yang wilayahnya terdapat kawasan FTZ sebagai Wakil Ketua Dewan Kawasan untuk masing-masing wilayah yang berada dalam kewenangan administrasinya. Sebagai amanat dari PP 47, satu hal yang khusus berlaku pada FTZ Bintan yaitu lokasi yang telah ditetapkan menjadi Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas pada kawasan tertentu, yaitu Sebagian Pulau Bintan bagian Utara dengan luas 58.750,60 ha termasuk pulau Anak Lobam dengan luas 678,20 ha kemudian Kawasan Industri Maritim Bintan Timur dengan luas 812,60 ha. kawasan industri Maritim Bintan Timur dikembangkan untuk logistik, galangan kapal dan industri perikanan.