Profil Bintan
Luas dan Batas Wilayah



Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan. Kabupaten Bintan merupakan salah satu kabupaten yang berada di dalam Provinsi Kepulauan Riau, memiliki luas wilayah 1.318,21 Km2, terdiri dari 10 kecamatan, 36 desa dan 15 kelurahan. Kecamatan terluas adalah kecamatan Teluk Sebong dengan luas 285.27 Km2 dan Kecamatan terkecil adalah Kecamatan Bintan Utara yaitu 43,26 Km2.

Wilayah Kabupaten Bintan merupakan bagian paparan kontinental yang dikenal dengan nama Paparan Sunda, yang terdiri dari 241 buah pulau besar dan kecil. Hanya 48 pulau diantaranya yang sudah dihuni, sedangkan sisanya walaupun belum berpenghuni namun sudah dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, khususnya usaha perkebunan, Dilihat dari topografinya, pulau-pulau di Kabupaten Bintan sangat bervariasi. Umumnya dibentuk oleh perbukitan rendah membundar yang dikelilingi oleh daerah rawa-rawa.




Dengan jumlah penduduk disetiap Kecamatan berdasarkan jenis kelamin

NO

KECAMATAN

LAKI-LAKI

PEREMPUAN

JUMLAH

1

Kecamatan Teluk Bintan

6.244

5.474

11.718

2

Kecamatan Bintan Utara

11.549

11.259

22.808

3

Kecamatan Telok Sebong

9.617

8.917

18.588

4

Kecamatan Seri Kuala Lobam         

9.183

8.871

18.045

5

Kecamatan Bintan Timur

24.073

22.907

46.980

6

Kecamatan Gunung Kijang

7.961

7.243

15.204

7

Kecamatan Mantang

2.225

1.991

4.216

8

Kecamatan Bintan Pesisir

3.590

3.310

6.900

9

Kecamatan Toapaya

6.765

6.406

13.171

10

Kecamatan Tambelan

2.544

2.368

4.922




Indeks Pembangunan Manusia



(IPM) menjadi indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (penduduk). IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya. IPM dibentuk oleh 3 (tiga) dimensi dasar: (1) Umur panjang dan hidup sehat (a long Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bintan Tahun 2021-2026 64 and healthy life); (2) Pengetahuan (knowledge); (3) Standar hidup layak (decent standard of living), Indikator pada metode baru meliputi: angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah dan pengeluaran perkapita. Perkembangan IPM Kabupaten Bintan dari tahun 2016 hingga tahun 2020 terus mengalami kenaikan, yaitu pada tahun 2016 sebesar 72,38 dan pada tahun 2020 meningkat menjadi sebesar 74,13. Kondisi IPM Kabupaten Bintan selama kurun waktu tahun 2016 sampai dengan tahun 2020 relevan terhadap perkembangan IPM Provinsi Kepulauan Riau dan Nasional.


Perkembangan penduduk di Kabupaten Bintan sangat membutuhkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas. kreatif dan inovatif serta berdaya saing agar dapat berperan aktif dalam meningkatkan pembangunan. Selain daripada itu tidak hanya dari segi kuantitas tetapi yang lebih penting adalah. peran aktif masyarakat sebagai subjek pembangunan. Dengan meningkatknya kualitas penduduk dari segi keterampilan/kecakapan dan pendidikan maka percepatan pembangunan untuk mencapai visi dan misi serta program-program yang di tetapkan oleh pemerintah daerah dapat dipenuhi.

UMK

Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bintan, Kepulauan Riau tahun 2022 disepakati sama seperti tahun sebelumnya Rp3.648.714 juta berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36/2021 tentang Pengupahan.

Penetapan UMK berdasarkan hasil keputusan Dewan Pengupahan, yang juga dihadiri 2 dari 4 pengurus Serikat Pekerja. Serikat Pekerja yang hadir dalam rapat tersebut yakni Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Pariwisata dan Serikat Buruh Seluruh Indonesia.

Kedua organisasi pekerja itu minta agar UMK Bintan tahun 2022 naik Rp45.000. Aspirasi itu sudah disampaikan kepada Dewan Pengupahan Kepri. Usulan kenaikan UMK Bintan tahun 2022 itu juga sudah kami serahkan ke Dewan Pengupahan Kepri.

SILANCAR ( Sistem Layanan Pencari Kerja ) adalah sebuah sistem aplikasi pelayanan dan pendataan ketenagakerjaan di Kabupaten Bintan. SILANCAR memiliki pelayanan terdiri dari Pelayanan AK1 (Kartu Kuning), Pelayanan Informasi Lowongan Kerja dan penempatan Tenaga Kerja. Serta pendataan pencari kerja dan tenaga kerja. Sampai dengan bulan Juni 2022, terdapat 1.549 Pengajuan terhadap AK 1 (Kartu Kuning) dan telah terbit melalui SILANCAR sebanyak 1.429 AK 1 atau 92,25 %.

Yang terdiri dari masing-masing Kecmatan di Kabupaten Bintan:

NO

KECAMATAN

JUMLAH (Orang)

LAKI-LAKI (Orang)

PEREMPUAN (Orang)

1

Kecamatan Bintan Timur
251
158
93
2
Kecamatan Bintan Pesisir
17
8
9

3

Kecamatan Mantang
10
3
7

4

Kecamatan Toapaya
69
42
27

5

Kecamatan Gunung Kijang
70
38
32

6

Kecamatan Teluk Bintan
86
27
59

7

Kecamatan Teluk Sebong
127
43
84

8

Kecamatan Seri Kuala Lobam
276
123
153

9

Kecamatan Bintan Utara
276
124
152 

Berdasarkan Tingkat Pendidikan terdapat 71 % pencari kerja berpendidikan lulusan SLTA, 20 % Sarjana (S-1), 3 % lulusan Diploma 3 (D3), 2 % Lulusan Diploma 1 / 2 (D1 / D2), 2 % lulusan SLTP, 1 % lulusan Diploma 4 (D4) dan 1 % pencari kerja lulusan SD.

Dari 758 Lowongan Pekerjaan yang tersedia sudah 670 tenaga kerja yang ditempatkan dimana 406 tenaga kerja yang ditempatkan merupakan tenaga kerja lokal (Penduduk Kabupaten Bintan).

 

Potensi dan Peluang Investasi



Sebagai Kabupaten yang baru terbentuk pasca otonomi daerah, Kabupaten Bintan menawarkan  berbagai  peluang  investasi  kepada  investor dalam berbagai bidang seperti industri, manufaktur, perdagangan, pertambangan, pertanian, perikanan, pariwisata maupun bidang lainnya. Pemerintah daerah berkomitmen untuk mendukung sepenuhnya dan menyediakan layanan bertaraf internasional bagi para investor.

Mengingat lokasinya yang strategis, karena kedekatannya dengan Singapura serta Sesuai Rencana Kabupaten Bintan tahun 2025,  ada beberapa target yang hendak dicapai.


Perekonomian Kabupaten Bintan dalam masa 20 tahun mendatang akan menjadi andalan nasional terutama jika dilihat dari indikator Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang diperkirakan akan menampati urutan 5 besar secara nasional. Dengan perkembangan ekonomi dan kecenderungan peralihan sektor utama akibat bergesernya sektor ekonomi daerah, setiap penduduknya akan menikmati pendapatan yang lebih baik dibandingkan daerah yang berdekatan dan akan mencapai nilai yang hampir sama dan mendekati rata-rata perkapita negara tetangga;


Dengan potensi ekonomi masing-masing wilayah yang memiliki keunggulan masing-masing sesuai dengan perhitungan Location  Quotient  (LQ)  pada  kondisi  sekarang;

Kondisi umum daerah Kabupaten Bintan di masa mendatang dapat diprediksi melalui aspek pertumbuhan ekonomi yang dapat mempengaruhi pertumbuhan sektor lain di daerah ini. Dengan mempertimbangkan berbagai peluang yang ada serta asumsi keadaan ekonomi nasional yang lebih stabil, rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bintan pada Tahun 2005-2010 adalah sebesar 7,3% per tahun; 2011-2015 sebesar 7,4 % per tahun, naik menjadi 8,25 % pada periode 2021-2025.

Sektor industri pengolahan diproyeksikan masih menjadi penggerak utama perekonomian Kabupaten Bintan dengan kontribusi mencapai lebih dari 50% setiap tahun. Sektor lain yang juga dapat mengalami  pertumbuhan  tinggi  adalah  sektor  perdagangan  dan jasa dimana sektor ini akan memegang peranan yang semakin penting seiring dengan mulai jenuhnya perkembangan sektor industri pengolahan.


POTENSI SEKTOR PERKEBUNAN DAN PERTANIAN

Perkebunan memiliki peran yang cukup penting dan strategis dalam pembangunan nasional maupun daerah. Komoditi karet termasuk dalam komoditas prioritas utama perkebunan dan merupakan komoditas yang terkait dengan revitalisasi perkebunan.

Potensi perkebunan dan pertanian di Kabupaten Bintan untuk ekspor sangat tinggi, apalagi bila dikaitkan dengan letak Bintan yang relatif dekat dengan Negara Singapura dan Malaysia, potensi yang cukup besar ada di produk pertanian, khususnya buah dan sayur.


Besaran luas potensi  yang ada sebesar 9.700 Ha, komoditas perkebunan yang dominan di Kabupaten Bintan yakni karet, kelapa, kelapa sawit dan cengkeh. Untuk potensi perkebunan karet lahan terluas berada di Kecamatan Teluk Sebong yaitu sekitar 1.576 Ha dari 4.252 Ha yang ada di Kabupaten Bintan, potensi perkebunan kelapa juga lahan terluas berada di Kecamatan Teluk Sebong yaitu sekitar 1.119 dari 4.050 Ha yang ada, sedangkan Kecamatan Gunung Kijang Lahan yang tersedia untuk perkebunan kelapa seluas 1.032 Ha. Untuk potensi perkebunan kelapa sawit berada di Kecamatan Sri Kuala Lobam seluas 662 Ha dan Kecamatan Toapaya seluas 216 Ha. Sementara itu Kecamatan Tambelan mempunyai potensi perkebuna  cengkeh seluas 298 Ha.


POTENSI PERIKANAN DI KABUPATEN BINTAN

Kabupaten Bintan memiliki rentang wilayah pantai yang panjang yaitu sekitar 966,54 Km garis pantai serta wilayah laut yang sangat luas yaitu 86.398,33 km2 atau 98,51% dari total wilayah Kabupaten Bintan. 

Secara geografis Kabupaten Bintan berada pada posisi 0⁰6’17’’ Lintang Utara, 1⁰34’52’’ Lintang Utara, 104⁰12’47’’ Bujur Timur sebelah Barat, 108⁰02’27’’ Bujur timur di sebelah Timur. Ditinjau dari letak wilayah, Kabupaten Bintan berbatasan langsung dengan: Kab. Natuna (Utara), Kab. Lingga (Selatan), Kota Batam dan Tanjung Pinang (Barat), dan Provinsi Kalimantan Barat (Timur). Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Bintan, pada tahun 2021 jumlah penduduk Kabupaten Bintan tercatat sebanyak 155.456 jiwa. Wilayah Kabupaten Bintan sebagian besar adalah wilayah laut, oleh karena itu sebagian besar penduduk di wilayah Kabupaten Bintan bermata pencaharian sebagai nelayan. 

Kabupaten Bintan memiliki potensi perikanan yang cukup besar untuk kegiatan perikanan tangkap, kondisi ini ditunjang dengan posisi geografis yang berada di pertemuan antara Laut Cina Selatan dan Laut Pedalaman Indonesia (Laut Jawa dan Selat Malaka), sehingga tercatat 11.000 orang berprofesi sebagai nelayan. Perairan Pulau Bintan termasuk dalam perairan laut dalam Laut Cina Selatan, dalam Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia, potensi sumberdaya ikan di wilayah perairan dan Laut Cina Selatan mencapai 378,2 ton, dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan adalah 302,5 ribu ton. 

Dari potensi tersebut, potensi sumberdaya ikan yang masuk dalam wilayah perairan Kabupaten Bintan adalah 106.018 ton dengan jumlah tangkapan yang diperbolehkan 50.287 ton. Untuk tahun 2021 tercatat 56.688 ton jumlah produksi perikanan ;yang dihasilkan. Sesuai dengan luas wilayah laut, Kecamatan Tambelan mempunyai potensi sumberdaya ikan paling besar. Sumberdaya perairan (laut) Kabupaten Bintan cukup kaya dan mempunyai keanekaragaman hayati yang tinggi (mega biodiversity). Namun, nelayan masih menggunakan alat tangkap tradisional seperti bubu dan jala. Tujuan penyusunan artikel ilmiah ini adalah untuk mengetahui hasil tangkapan nelayan di Kabupaten Bintan.


Kecamatan di Wilayah Kabupaten Bintan didominasi oleh wilayah laut, oleh karena itu sebagian besar masyarakatnya adalah masyarakat pesisir. Dari 10 kecamatan di Kabupaten Bintan hanya satu kecamatan yang tidak berada di wilayah pesisir, yaitu Kecamatan Toapaya, sedangkan sembilan kecamatan lainnya berada di wilayah pesisir. Sebagai masyarakat pesisir, maka mata pencahariannya pun sebagian besar adalah nelayan atau kegiatan menangkap ikan. Perikanan tangkap yang ada di Kabupaten Bintan dalam melakukan usaha menangkap ikan, sebagian besar masyarakat masih menggunakan alat tangkap tradisional. Hanya sebagian kecil masyarakat yang sudah memanfaatkan sentuhan teknologi modern untuk menangkap ikan. Beberapa contoh alat yang biasa digunakan oleh masyarakat untuk menangkap ikan adalah bubu, bagan, jaring udang, bubu ketam, jaring insang, jaring pantai, rawai, jala, gill net, jaring nilon, dan jaring tonda. Secara keseluruhan alat tangkap yang dioperasikan adalah sebagai berikut:

a.     Tambelan : Pancing rawai, mayang, bubu, tonda, pancing ulur.

b.  Bintan Utara : Jaring Tenggiri, jaring kurau, jaring udang, kelong pantai, pancing rawai, pancing sotong, jaringapollo, bubu ikan, jaring karang, pancing cumi, bubu ketam, jaring hijau, jaring sondong

c.    Bintan Pesisir : Gillnet, pancing ulur, bagan apung (kelong), bubu, pancing rawai, jaring bilis.

d.    Mantang : Gillnet, pancing ulur, bagan apung (kelong), bubu, pancing rawai, jaring bilis

e.   Seri Koala Lobam : Jaring Tenggiri, jaring kurau, jaring udang, kelong pantai, pancing rawai, pancing sotong, jarring apollo, bubu ikan, jaring karang, pancing cumi, bubu ketam, jaring hijau, jaring sondong, jarring tangsi.

f.      Teluk Sebong : Jaring kembung, jaring tongkol, jaring karang, jaring ketam, bagan apung, bagan kapal motor, bubu ikan, bubu ketam, pancing, pancing rawai, senapan ikan, bento, tombak.

g.  Teluk Bintan : Lampara dasar, gillnett, pancing rawai, pancing ulur, pancing tonda, jaring udang, bubu, muroami, pancing cumi, kelong bilis terapung, kelong bilis tancap, bubu rajungan, kelong karang, jaring karang, jaring sondong, jaring selangat, bento.

h.   Gunung Kijang : Jaring kembung, jaring tongkol, jaring pari, jaring karang, jaring ketam, bagan apung, bagan kapal motor, bubu ikan, bubu ketam, pancing, pancing rawai, senapan ikan, tombak.

i.   Bintan Timur : Gillnett, pancing ulur, bubu ikan, bubu rajungan, rawai, pancing tonda, jaring bilis, bento, jaringkarang, kelong apung.




Infrastruktur di Bintan


INFRASTRUKTUR JALAN




INFRASTRUKTUR LISTRIK 

INFRASTRUKTUR WADUK



PELABUHAN BANDAR BENTAN TELANI




Mulailah Berinvestasi di Kabupaten Bintan